Bedah Buku 1. Life Cylce Management (LCM)

Pengantar

Situasi WFH membuat kita jadi memiliki banyak waktu, namun jika tidak diisi dengan kegiatan postif tentu akan membosankan. Sebagai selingan WFH, saya melanjutkan membaca dan membuat resensi buku mengenai LCA. Karena latar belakang pekerjaan kami di Lab. Teknik Sistem dan Informatika Pertanian, saya tertarik memulai membaca dari konsep Life Cycle Management (LCM).

Saya sedikit berbagi tips membaca buku bahasa Inggris tapi kemampuan bahasa kita kurang. Pertama, kita baca dulu sekilas, utamanya bagian abstract pada masing-masing bab. Kedua, kita terjemahkan ke Bahasa Indonesia. Anda bisa menggunakan tools seperti google translate untuk melakukannya. Ketiga, kita lanjutkan dengan melakukan editing bahasa Indonesia dengan versi kita. Keempat, buatlah layout rangkuman tadi menjadi seperti buku atau bagikan di blog dan sosial media. Jika anda mahasiswa atau peneliti, bahan tadi bisa anda gunakan lagi untuk menulis karya ilmiah. Tentu, dengan sekali lagi melakukan parafrase atau editing terhadap tulisan tadi.

Melalui 4 (empat) proses inilah yang biasa saya lakukan ketika tertarik untuk mendalami isi dari sebuah buku. Terlebih buku itu sangat tebal, namun penting bagi kita untuk menjadi pondasi keilmuan kita. Setelah melalui empat proses itu, kita akan menjadi faham betul secara utuh. Setelah kita melakukan itu, ketika berdiskusi dengan pakar sekalipun kita akan mudah. Karena, tentu kita sudah ada perspektif atau cara pandang dari apa yang kita baca digabungkan dengan pengalaman yang ada.

Isi Buku

Baiklah, kita mulai dengan melihat isi buku yang akan kita bedah. Buku ini berbahasa Inggris dengan tebal 353 halaman termasuk halaman muka (cover) sampai ke lampiran.

Garis besar buku ini akan membawa kita pada penerapan konsep Life Cylce Management (LCM), saya belum menemukan istilah bahasa Indonesia yang pas. Jadi mari kita gunakan dulu terminologi bahasa Inggrisnya. secara umum konsep ini lebih dikenal dengan istilah Life Cycle Asessment (LCA). LCA adalah Teknik untuk melakukan assess terhadap konsumsi sumberdaya dan potensi dampak lingkungan yang terkait dengan produk atau service pada keseluruhan daur hidup (life cycle). Penilaian daur hidup ini mulai dari bahan baku, proses, transportasi, sampai end of life (sampah). Kegiatan LCA dilakukan dengan melakukan inventori energi, material, air, tanah, dan emisi ke lingkungan.

Life Cycle Management (LCM) adalah konsep manajemen untuk menerapkan konsep keberlanjutan (sutainability) pada bisnis dan value chain. Sederhananya dengan berfikir secara menyeluruh, maka kita dapat melakukan pengelolaan seluruh proses sampai produk akhir. Pada akhirnya organisasi atau bisnis dapat memaksimalkan keuntungan ekonomi dengan meminimisasi dampak lingkungan dan sosioekonomi. Disinilah LCM itu kemudian menjadi penting bagi suatu organisasi.

Kemudian jika kita lihat secara utuh maka LCM didalamnya meliputi :

– Desain Proses dan Value Creation
Life Cycle Management (LCM)
Life Cylce Asessment (LCA)
– Social LCA
Life Cycle Costing (LCC)

Pandangan saya setelah membaca buku ini, saya dapat memahami konsep LCM, LCA, LCC, dan sosial LCA secara umum. Pada konteks yang lebih detail kita perlu membaca buku-buku lain yang merupakan seri yang dikeluarkan oleh Springer nature ini. Saat ini, sementara buku yang gratis dan dapat dibaca dengan mudah adalah buku ini. Kalau sebuah organisasi dalam desain proses dan value creation memiliki keinginan untuk mengembangkan proses secara berkelanjutan maka sangat baik membaca buku ini.

Era pandemi saat ini, memberikan kita kesempatan untuk berfikir kembali dan melihat terobosan-terobosan baru. Kita akan masuk kepada new-normal yang perlu kita fikirkan bersama bagaimana kita melewatinya, survive dan menjadi pemenang.

Terakhir, susunan dari buku yang akan kita bahas terdiri dari:

Bagian I. Pengenalan LCM

Pada bagian pertama ini akan dikenalkan konsep dari Life Cycle Management (LCM), bagaimana peluang dan tantangan penerapannya dalam praktek bisnis. Praktek manajemen lingkungan pada organisasi telah dimulai sejak awal 1990-an dengan fokus pada operasi internal, penghematan biaya, dan pendekatan manajemen resiko. LCM ini berkembang dari pemikiran sebelumnya mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development) untuk menciptakan keunggulan kompetitif.

Penulis berpendapat bahwa terdapat kebutuhan praktek life cylce management (LCM) yang tidak sebatas pada pembangunan berkelanjutan tapi juga mengarah kepada nilai bisnis dan value creation. Value creation dapat dikatakan sebagai nyawa dari sebuah organisasi bisnis. Business Value sendiri bergerak dengan sangat cepat seiring dengan perkembangan zaman. Konsep LCM ini dipandang sangat powerful baik pada jangka pendek maupun jangka panjang.

Bagian II. Penerapan LCM pada Praktek Bisnis

Pada bagian dua ini focus pada proses implementasi pendekatan Life Cycle dan kaitannya dengan value creation.

Bagian III. LCM sebagai bagian dari strategi dan kebijakan konsumsi serta produksi yang berkelanjutan.

Bagian ini juga membahas mengenai apa yang bisa dilakukan oleh pengambil kebijakan dan stakeholder pada  setiap rantai nilai (value chain).

Bagian IV. Internalisasi dan Capacity Building LCM

Bagian ini memberikan gambaran tantangan pada implementasi dan internalisasi LCM. Membahas juga mengenai peluanguntuk membangun kemampuan operasional dan potensi penerapan LCM pada emerging economic melalui kegiatan capacity building. Kesimpulan dari pembahasan pada bab ini diperlukan komunikasi dan kolaborasi dengan komunitas LCA global.

Bagian V. Implementasi dan Contoh Penerapan LCM pada berbagai sector Industri dan Bisnis.

Diakhiri dengan contoh penerapan LCM pada berbagai sector ekonomi.

Referensi

Editor :

  • Guido Sonnemann
  • Manuele Margni

Judul Buku : Life Cycle Management

Link Buku : https://link.springer.com/book/10.1007%2F978-94-017-7221-1