Tips sukses menyusun proposal (ide) program kreativitas mahasiswa

Mahasiswa sarjana kuliah selama empat tahun. Kalau di IPB tahun pertama dikelola oleh PPKU atau kalau dulu namanya TPB (Tingkat Persiapan Bersama). Nah, baru kemudian semester tiga masuk ke Departemen (program studi).

Saat kuliah baik TPB maupun sudah masuk Departemen tentu banyak sekali kesempatan untuk mengajukan proposal baik itu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) atau kegiatan-kegiatan lain yang diadakan oleh pergurun tinggi. Tidak tanggung-tanggung kadang hadiah yang diberikan juga cukup besar. Tentu hadiah itu hanya sebagian kecil yang akan kita dapatkan, hal besarnya adalah kita membekali diri dengan pengalaman yang cukup untuk meraih masa depan kita.

Kalau kita lihat, menulis proposal ataupun karya ilmiah di level mahasiswa adalah hal yang gampang-gampang susah. Gampang dalam artian bahwa seluruh resources tersedia baik di perpustakaan ataupun jurnal yang bisa diakses secara online. Lalu apa langkah-langkahnya:

Tentukan topik

Menentukan topik ini penting untuk mebatasi ruang pencarian informasi. Tentu semakin spesifik topik semakin mudah kita membuat karya ilmiah yang lebih fokus. Setelah kita dapat topiknya, cobalah buat mind map topik itu mulai dari permasalahan, pemecahan yang sudah ada saat ini, hasilnya bagaimana?, apa ide pengembangan dari pemecahan masalah tersebut.

Kita ambil contoh: Dramaga dan sekitarnya adalah wilayah padat penduduk, permasalahan sampah kemudian menjadi masalah. Masyarakat membuang sampah dalam berbagai bentuk mulai dari plastik, kertas, sisa olahan makanan, dan sampah air limbah. Nah kemudian kita akan mendapatkan beberapa sub topik disini: Pemecahan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. 

Identifikasi permasalahan 

pada sub topik ini anda bisa mulai berimajinasi, berapa sih sebenarnya sampah yang dibuang oleh rumah tangga dalam satu minggu. Lakukan audit di kos-kosan anda, coba buat beberapa plastik untuk menampung sampah anda selama satu minggu kemudian timbang dan anda sudah punya intuisi berapa kg sampah dan jenisnya yang anda produksi. Analogi sederhana, kalikan dengan jumlah rumah tangga yang ada di kawasan tersebut kalikan dengan  waktu (1 minggu, 1 bulan, 1 tahun). Baru kemudian cari literatur dari tempat lain mengenai jumlahnya? Anda akan dapat gambaran secara empiris (kenyataan lapangan) dan juga literatur.

Kemudian coba jalan keluar rumah sedikit, lihat dan telusuri kemana sampah itu bergerak. Dari rumah tangga, pengumpul di tiap RT, dan langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Nah, untuk lebih mendalami bagaimana cara berfikir masalah ini coba kunjungi salah satu TPA, coba cari data berapa truck sampah masuk ke TPA itu, kemudian hitung per truck memuat berapa ton sampah. Kalau ada datanya wilayah mana saja sampah itu berasal, kalau kita cross check dengan observasi kita tadi kos-kosan kira-kira cocok apa tidak? kalau tidak tentu kita mulai bertanya:

  • kalau jumlah yang dikirim ke TPA lebih besar kemana sisanya ?
  • kalau jumlah yang dikirim ke TPA match, berarti semua sampah sudah ke TPA?
  • tapi, kenapa di selokan ataupun sungai dekat rumah kita masih banyak sampah?
  • ah mungkin datanya keliru, gunakan intuisi anda untuk memahami permasalahan itu?

Nah kalau anda sudah mulai faham masalah sampah rumah tangga dari hulu sampai hilir diluar kepala karena menggabungkan antara pengalaman empiris di lapangan dan literatur tadi, saatnya mulai mengidenfikasi permasalahan. Permasalahaannya apa sih? Yuk kita coba lanjutkan ide tadi:

Pada level rumah tangga 

  • Pada level rumah tangga, apakah sudah membuang sampah dengan benar?
  • Apakah ada budaya memilah sampah ?
  • Apakah ada upaya penghematan plastik misalnya agar sampah tidak dibuang ?
  • Apakah sudah ada upaya penggunaan kembali (re use), pengolahan (recycle) atau usaha apa?
  • Apakah sudah ada edukasi? Edukasi selama ini apakah efektif?
  • Tanya apakah warga mau mengelola sampahnya dengan lebih baik?
  • Caranya bagaimana?
  • ….

Pada level masyarakat RT, RW dan Kelurahan 

  • Sudahkan ada peran dari RT RW dan kelurahan dalam pengelolaan sampah
  • Sudahkan ada program yang membantu mereka
  • Adakah di wilayah tersebut tumpukan sampah di tempat yang tidak semestinya?, tumpukan sampah ini menandakan pengelolaan sampah kurang baik.
  • Solusi apa yang sudah dilakukan
  • ….

Pada level pengelola dari Tempat pengumpulan sementara ke TPA

  • Moda transportasinya apa?
  • Siapa yang selama ini membiayai tranportasi itu ?
  • sudahkan dikelola dengan baik
  • Apakah anda pernah lihat betapa busuknya (air lindi) yang jatuh dari truck sampah ?
  • Apa ide anda untuk itu?
  • ….

Coba teruskan apa yang saya tulis, tentu anda bisa membuatnya jadi lebih detail karena ini hanya mencoba mentrigger anda memahami masalah. Setelah kita fahami masalahnya maka kita mulai bergerak ke solusi. Tentu karya ilmiah kan mengemukakan solusi. Tentu dari masalah yang sudah kemukakan tadi coba pilih bagian spesifik dari sub masalah yang sudah anda buat baik menggunakan text maupun dengan mind map.

Penetapan Tujuan 

Misalnya:

Kelompok Kreatif Pengolahan Sampah Warga berbasis RT sebagai solusi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Gagasan pengabdian masyarakat)

Karena kita sudah punya latar belakang masalah yang menarik seperti diatas, kita tinggal menuliskannya menjadi hal yang menarik. Karena tujuan dari penulisan latar belakang sebuah karya ilmiah atau proposal anda adalah untuk menarik si pembaca agar tertarik pada ide yang dikemukakan.

Selanjutnya coba buat spesifik tujuan misalnya kelompok ini nantinya akan diberikan pelatihan dan diberikan skill dan akses terhadap informasi serta pasar produk. Langkah ini juga diikuti dengan diskusi dengan calon kelompok, usahakan mereka adalah kelompok yang sudah siap di intervensi dengan ide kita, sehingga pada saat dilaksanakan akan lebih mudah.

Barulah kita menyusun roadmap kegiatan dan output apa saja dari setiap kegiatan tersebut. Ini adalah salah satu contoh ide dan menuangkannya dalam gagasan pengabdiam kepada masyarakat.

Gagasan Teknologi 

Untuk gagasan pada kelompok bidang Teknologi anda bisa mengupayakan intervensi teknologi dalam pengelolaan sampah. Misalnya akhir-akhir ini ada teknologi mapping potensi sampah tiap keluarga, berapa jumlahnya dan kapan harus di ambil. Teknologi ini dikombinasikan dengan sistem informasi geografis plus dengan dashboard yang memudahkan kita dalam pengelolaan sampah.

Selain itu, teknologi yang bisa diusulkan berupa teknologi komposting, atau teknologi pengolahan sampah primer. Misal kalau ada pemecah sampah plastik (botol) menjadi bubuk atau bentuk yang lebih kecil sehingga mudah dalam menjualnya. Tentu, kemampuan anda dalam menyusun solusi teknologi diperlukan.

Susun jadi bentuk yang sistematis

Selanjutnya anda bisa susun dalam bentuk yang sistematis meliputi:

  1. Pendahuluan
  2. Tujuan
  3. Outcome
  4. Metode
  5. Rencana Output
  6. Timeline
  7. Rencana Biaya

Tentu, outline ini anda sesuaikan dengan tujuan propoal anda dibuat. Usahakan anda sampaikan dalam bentuk yang jelas, mengalir dari satu bab ke bab yang lainnya. Ingat, kalau anda mengajukan proposal maka proposal yang akan masuk ribuan dan tidak semua proposal akan dibaca. Ada yang dibaca sampai judul sudah tidak menarik, ada juga yang dibaca sampai latar belakang tidak menarik, dan tentu ini akan mengurangi kemungkinan proposal anda lolos didanai.

Penutup 

Tentu tips ini adalah tips singkat yang perlu anda kembangkan sendiri. Jadi saya sarankan anda mulai dari sekarang berlatih. Jika ingin konsultasi atau diskusi bagaimana menuangkan ide silahkan kontak saya melalui email, kapan saja. Usahakan kemukakan gagasan anda dalam bentuk file word agar saya mudah memberikan komentar, karena tentu waktu saya juga tidaklah banyak. Semoga informasi awal ini memberikan pemahan awal bagi anda para mahasiswa dalam menyusun proposal ataupun ide.

Tsukuba, 10 Januari 2018
Supriyanto
email: debasupriyanto@apps.ipb.ac.id