Perhelatan akbar Malam Cinta Indonesia, PPI Ibaraki

Malam ini 06 Januari 2018, suasana Nova Hall di Tsukuba Center tampak meriah, memecah kesunyian dan suasana dingin Tsukuba. Malam Cinta Indonesia (MCI) adalah perhelatan seni aktar dua tahunan yang dilaksanakan oleh PPI Ibaraki. Kegiatan berupa penampilan seni Indonesia dan Jepang. Panggungpun mulai menayangkan pertunjukan sejak pukul 17.00. Berikut adalah sebagian dari penampil pada kegiatan ini (foto by Johan Sjafri Mahatir Ahmad).

26168680_10215398631907668_2400361244226004369_n

Sesi pertama adalah pembukaan dan sambutan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia, Ketua PPI Ibaraki, Merah Putih Kai (orang Jepang yang menyukai budaya Indonesia), dan walikota Tsukuba mirai. Pada sesi sambutannya, perwakilan duta besar Indonesia Jepang menyampaikan bahwa ini adalah bentuk diplomasi budaya bangsa.

DEB_0904-113

Penampilan drama musikal berseri dengan judul Bawang merah dan bawang putih berbahasa Jepang. Bawang merah dan bawang putih adalah legenda di masyarakat yang sudah cukup terkenal. Tentu sangat menarik jika ditampilkan didepan masyarakat Jepang dengan bahasa mereka.

Penampilan Tari Saman 

Tari saman ini berasal dari Aceh dan dilakukan secara berkelompok. Tari ini asalnya dari Gayou Lues, Provinsi Aceh. Tari ini biasanya ditampilkan pada event-event khsusus. Yang menarik tahun 2011 UNESCO telah mengakui ini sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

DEB_1817

Penampilan Tari Piring 

Tari piring adalah tarian yang berasal dari Sumatera Barat. Tarian ini merupakan tari berpasangan yang memainkan piring beserta gerakan-gerakan khusus.

DEB_1178

Boran & Jaranan Dance

Ikatan Raka Raki (IRARI) Jawa timur menampilkan tari tradisional Boran dan Jaranan. Boran menceritakan seoarng perempuan yang menjual Nasi Boran.

DEB_1487

Sementara, jaranan adalah seni pertunjukan yang sudah sangat terkenal di Jawa Timur.

DEB_1434 (2)-048

IRARI Star Voice, menampilkan beberapa lagu tradisional Indonesia. Lagu-lagu yang dinyanyikan juga enak didengar.

Uninguningan serta tari Tortor Siburuk dan Tari 7 etnis Sumatera Utara

Uning-unginan adalah tari tradisional dari Sumatera Utara. Penampilan dilaksanakan oleh Unit kegiatan mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Insitut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, mereka juga menampilkan tadi kombinasi dari 7 etnis yang ada di Sumatera utara yaitu: Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, Pakpak + Melayu, and Nias. Masing-masing punya karakter yang berbeda dan merupakan kekayaan budaya dari Indonesia.

DEB_1334-173

Selain itu juga tampil dari penampil Jepang yaitu pertunjukan:

Samisen (三味線). Samisen adalah gitar dengan 3 senar yang merupakan peninggalan turun temurun masyarakat Jepang dan masih dilestarikan sampai sekarang.

DEB_1584

Koto (箏), adalah alat musik seperti gitar yang diturunkan dari cina. Koto adalah musik instrumen nasional Jepang. Panjang koto adalah sekitar 180 sentimeter, dan terbuat dari bambu. Koto terdiri memiliki senar yang berjumlah 13 dan 13 bridge pada instumen. Untuk memainkan ini dengan pick khusus dan menggunakan 3 jari yaitu jari manis, jari manis dan jari tengah.

koto

Penampilan dari Aoi Sano, seorang aktris yang mulai terkenal di Jepang menampilkan lagu yang dikombinasikan antara lagu berbahasa Jepang dan Nepal. Penyanyi ini menyanyikan lagunya dengan sangat epik.

DEB_1013-006000

Menurut saya, kegiatan ini cukup luar biasa. Kerja keras panitia yang sudah hampir satu tahun untuk menyiapkan acara terbayar dengan penampilan yang memukau. Seluruh penonton tampak puas terlihat dari postingan facebook dan instagram. Semoga kedepan penampilan-penampilan budaya Indonesia menjadi agen pertukaran budaya dan mempererat diplomasi budaya antara kedua negara.

IMG_4418 - Copy

Saya sebagai pelajar yang tidak banyak terlibat dalam acara ini ikut bangga. Optimis terhadap kemajuan Indonesia kedepan, bangsa merdeka dan akan terus merdeka.

page

Salam,
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id