Taman di Tsukuba – つくばの公園

Taman atau ruang terbuka publik merupakan kebutuhan utama masyarakat terutama warga perkotaan. Pekerjaan yang berat sehari-hari menjadikan masyarakat perkotaan memiliki tingkat stress yang tinggi. Hadirnya taman ini, menjadi hiburan bagi masyarakat. Bagi saya yang punya anak usia 4 tahun, kehadiran taman menjadi hal yang patut kami syukuri. Alhamdulillah, setidaknya sampai 2019 kami tinggal di Tsukuba, sebuah kota yang tidak terlalu besar tapi sulit disebut terlalu kecil. Kami tinggal di Ichinoya Dormitory, ada di sisi utara kampus University of Tsukuba. Keluar dari rumah, langsung disuguhi pemandangan pepohonan yang asri. Seperti berada di pedesaan, namun tetap punya fasilitas memadai ala perkotaan seperti bus, internet dan kereta menuju tokyo dari Tsukuba Eki (Stasiun Tsukuba).

Kota ini memang ditata sangat baik, dimana ratusan lembaga penelitian berdiam disini. Sehingga wajar jika kemudian Tsukuba disebut sebagai Science City. Karena memang suasana di kota ini tidak lepas dari adanya lembaga riset tersebut. Selain sebagai science city, tentu hadirnya ruang terbuka tadi memberikan rasa nyaman bagi para peneliti yang tinggal disini ataupun peneliti yang datang dari daerah atau negara lain. Betul-betul suasana yang kondusif, dengan hadirnya taman perkotaan di Tsukuba. Beberapa taman yang biasa kami kunjungi diantaranya:

1. Doho Park 

Doho park adalah taman yang paling terkenal di Tsukuba, luasnya sekitar 20 ha dan berada tidak jauh dari Stasiun Tsukuba/Tsukuba Station/Tsukuba Eki. Anda bisa naik Bus nomor 31A turun di Doho Koen, dan langsung menemui taman ini. Taman ini juga menyediakan lahan parkir yang luas. Selain itu, terdapat danau di tengah-tengah taman, jogging track dengan bantalan khusus (karet) sepanjang lebih dari 1km melingkar, dan terdapat banyak pohon seperti pine, cherry, zelkova, dan ginkgo trees. Taman ini sangat indah di berbagai musim menurut saya, kita dapat melihat indahnya musim gugur maupun semi di taman ini. Selain itu, fasilitas kolam ranang dengan pemanas, lapangan tenis, lapangan baseball, mainan anak, perosotan dan penyewaan sepeda. Jika anda bersama pasangan bisa menikmati danau, atau sekaligus minum kopi di coffee shop doho park untuk sekedar menikmati indahnya pemandangan sambil minum kopi atau makan es krim di saat musim panas. Bagi saya yang punya anak, tentu fasilitas ini sangatlah kami nikmati dan menjadi salah satu tujuan kami saat weekend tiba.

15781787_10211894766393220_563698542122214332_n

2. Kenkyugakuen-ekimaekoen

Taman kota ini, berada di dekat stasiun Kenkyugakuen atau City hall. Selain itu lokasinya juga dekat dengan pusat perbelanjaan IJASS atau orang sering menyebutnya IAAS, pusat perbelanjaan yang sangat terkenal di Tsukuba. Taman kota ini, menyediakan lapangan rumput yang luas dan ada danau kecil di taman ini. Bagi anda yang memiliki anak usia balita tentu taman ini menjadi pilihan karena anak anda bisa berlari dan melatih motoriknya dengan bermain bersama. Kami biasanya ke taman ini dengan membawa bekal, makan bekal kami di sebuah saung yang ada di tengah-tengah taman plus mengerjakan sholat dzuhur untuk kemudian kami berpindah tempat.

3. Chuo Koen (Central Park)

Taman ini bersatu dengan Tsukuba Expo Center Japan Space Center (JAXA) yang dilengkapi dengan planetarium. Taman ini menyediakan fasilitas kolam yang ada ikannya dan arena pejalan kaki dan sepeda yang sangat nyaman. Anda dan keluarga anda akan sangat aman dan betah berlama-lama di taman ini di saat musim tidak terlalu dingin. Lokasinya sangat dekat dengan Tsukuba Center, sehingga anda bisa langsung jalan dari Tsukuba center menuju taman ini.

23632522_816571448522554_9094388300313587468_o

Suatu saat, Indonesia harus punya kota seperti Tsukuba dan kota-kota lain di Jepang. Teknologi maju dikembangkan disini, tapi tidak melupakan bahwa manusia juga butuh kehidupan yang nyaman dengan tersedianya ruang terbuka yang baik, transportasi yang memadai dan fasilitas-fasilitas umum lainnya yang mumpuni. Semoga Indonesia segera memikirkan ini, tidak sekedar membangun real estate untuk kalangan kaya. Manusia tidak hanya butuh harta yang banyak, tapi juga butuh dimanusiakan.

Tsukuba, 20 November 2017
Supriyanto
debasupriyanto@apps.ipb.ac.id