Penyiapan SDM Pertanian unggul perlu dilakukan segera!

Globalisasi hadir tidak disangka-sangka. Kita bangsa Indonesia tiba-tiba kaget dengan serbuan tenaga kerja asing yang akhir-akhir ini cukup meresahkan masyarakat. Ini tentu saja tidak lepas dari langkah antisipasi dari pemerintah dan masyarakat. Kenapa saya katakan langkah antisipasi kurang, kita selama ini seringkali hanya melaksanakan sistem yang ada. Tapi tidak mengembangkannya menjadi berkelanjutan.

Nah, kalau bisa sistem pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) menurut pendapat saya pengembangan dilakukan berupa peningkatan kapasitas pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi. Pengetahuan menjadi keypoint dalam hal ini. Secara natural, setiap manusia pasti akan belajar baik itu secara formal maupun informal dari pengalaman sehari-hari. Maka dari itu, saya membagi pemikiran pengembangan SDM terutama dalam bidang pertanian menjadi dua:

Tenaga Terdidik/Terampil 
Melalui penyiapan tenaga terampil/ terdidik baik SMA atau Diploma/Sarjana yang memenuhi kebutuhan lapangan. Banyak dirasakan ada gap antara kebutuhan tenaga di lapangan dengan kemampuan yang diberikan di sekolah. Kurikulum kita terlalu padat dan tidak menyentuh sasaran, paling tidak itu yang dirasakan oleh dunia bisnis ataupun pertanian dalam praktis.

Sekolah Rakyat 

Sekolah rakyat (pelaku lapangan). Inilah yg perlu lebih giat lagi dilaksanakan. Jadikan petani kita sebagai pengguna langsung dr teknologi dan ilmu pengetahuan. Kenapa petani yang harus memiliki pengetahuan yang banyak, bukankah mereka adalah

Sisi ini terdiri dr beberapa segmen dalam pertanian:
– pengusaha tani
– petani pemilik
– petani penggarap
– buruh tani

Lalu apa pendapat anda mengenai beberapa pertanyaan beriku:

  1. – apakah perlu edukasi dan pendampingannya berbeda di setiap segmen?
  2. -bagaimana caranya?
  3. -siapa yang melakukan?
    -setujukah petani sebagai pemanfaat teknologi langsung?