Memulai Kuliah di Tsukuba, Jepang – part 1

2b06b150-dc1d-4974-9877-9f8881969f0c
Kesempatan yang ditunggu-tunggupun alhamdulillah datang. Saya diberi kesempatan untuk melanjutkan studi S3 di Life and Environmental Sciences di University of Tsukuba, Jepang. Berbicara mengenai Jepang, bagi masyarakat Indonesia tentulah hal yang menarik. Kesempatan yang saya perolah adalah dengan menggunakan beasiswa Monbukagakusho (MEXT Scholarship) dari pemerintah Jepang. Beasiswa ini memang cukup populer bagi mahasiswa asing yang studi di Jepang.

26 September 2016, saat yang ditunggupun tiba. Saya berangkat menuju jepang dengan menggunakan Malaysian Airelines dengan terlebih dahulu transit di Bandara Kuala Lumpun International Airport, Malaysia. Berangkat dari Bogor agak siang, dengan maksud akan istirahat terlebih dahulu di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Namun saat mau check in ditawari oleh petugas Malaysian Aireline untuk mengajukan jadwal penerbangan. Tanpa berfikir panjang, tawaran tersebut saya terima saja. Kapan lagi kan ada waktu yang panjang jalan-jalan di Bandara Kuala Lumpur (KL). Nah, dan yang terjadi kemudian adalah saya kelaparan. Bagaiamana caranya beli makanan dan minuman disini, saat nanya ke salah satu kedai makanan ternyata tidak menerima rupiah. Hadeeh, sudah beda negera ternyata.

Jreeeng, akhirnya saya merelakan uang Rp 100.000 saya ditukar ke ringgit. Dapat sekitar 24 an ringgit. Alhasil karena belanjanya di bandara, harga yang ditawarkan cukup mahal. Saya hanya sempat membeli permen, air minum dan snack ringan. Daaan. uang ringgit pun hanya tersisa 5 ringgit, karena sudah bingung mau beli apa lagi ya akhirnya saya bawa saja untuk kenang-kenangan.

Sesampainya di Narita International Airport, saatnya mencari bus ke Tsukuba Center.