Bercerita masa muda

Masa muda itu akan cepat berlalu. Hari ini saya mendengar berita ada tawuran anak muda di Kota Bogor. Rasanya sedih, karena di zaman teknologi informasi saat ini masih saja ada tawuran dengan menggunakan senjata tajam. Saya kira ini patut direnungkan oleh seluruh stakeholder, adakah yang salah dengan sistem pendidikan anak muda kita di Indonesia. Pada tawuran tersebut kadang korban jiwa melayang, seperti yang terjadi malam ini. Sungguh sangat mencekam.

Belum lagi, kalau kita lihat sudut kota Bogor, corat-coret atau vandalisme adalah masalah yang umum. Baik di jalan kota maupun di jalan-jalan desa. Di komplek sayapun pos ronda yang dibangun dengan biaya yang mahal, sudah dicat dengan bagus juga dicorat-coret. Masih mending, majalah dinding masjidpun juga tidak luput dari corat-coret anak-anak remaja.

Kesedihan ini tak cukup sampai disini, kalau kita lihat sore-sore banyak anak muda nongkrong di pinggir jalan atau bahkan menggunakan sepeda motor kebut-kebutan di jalan. Jumlahnya sangat banyak, kalau istilah kerennya ini adalah bonus demografi. Tapi apa langkah kita untuk mendidik anak-anak muda itu? sudahkan kita melakukan usaha yang komprehensif. 10 sd 20 tahun lagi, mereka akan jadi laki-laki dan perempuan dewasa. Apakah akan kita biarkan nasib bangsa ini semakin terpuruk kedepannya?

Saya menilai program-program kemasyarakatan yang melibatkan anak-anak muda perlu digalakkan seperti :
1. Karang taruna
2. Komunitas kreatif anak-anak muda
3. Remaja Islam Masjid
4. Kegiatan kepramukaan teritorial

Kegiatan-kegiatan ini perlu dikelola secara profesional, supaya anak muda tersalurkan energi kreatifnya. Jangan sampai mereka tumbuh dengan akhlak yang buruk. Tentu tidak bisa hanya dilakukan oleh satu dua orang, tapi perlu gerakan masif. Yuk… saya mengajak semua pembaca blog ini untuk peduli bagaimana caranya kita memberdayakan generasi muda agar punya dampak dan manfaat bagi kemajuan bangsa ini. Salam.